Pakar Epidemiologi dari Universiti Putra Malaysia Malina Osman, varian XE tercatat berisiko tinggi bagi mereka yang belum divaksin, atau tidak memiliki infeksi sebelumnya. Menurutnya, varian XE secara teoritis bisa lebih cepat sampai dibanding varian, oleh karena itu dia berharap pengawasan bisa membantu membatasi penyebarannya.
Menurut Konsultan Mikrobiologi Klinis Universiti, Putra Malaysia Zamberi Sekawi, sejauh ini varian XE masih bersaing dengan varian Omicron untuk menjadi varian dominan. Juga tidak banyak yang tahu, dalam hal tingkat keparahannya, dan apakah itu dapat dihindari dengan adanya vaksinasi.
Lebih lanjut Zamberi mengatakan, varian XE diklaim lebih cepat menular 10 persen dari Son Of Omicron/Stealth Omicron (BA.2). Badan Kesehatan dan Keamanan Inggris (UKHSA) percaya bahwa varian itu menyebar lebih cepat daripada BA.2.
(Martin Bagya Kertiyasa)