Melansir dari website FDA, jika kinerja InspectIR Covid-19 Breathalyzer divalidasi dalam penelitian besar terhadap 2.409 orang, termasuk mereka yang memiliki dan tanpa gejala. Dalam studi tersebut, tes tersebut terbukti memiliki sensitivitas 91,2% (persentase sampel positif yang diidentifikasi dengan benar oleh tes) dan spesifisitas 99,3% (persentase sampel negatif yang diidentifikasi dengan benar).
Lebih lanjut, disampaikan bila alat rapid test Covid-19 itu, menggunakan teknik yang disebut kromatografi gas spektrometri massa gas (GC-MS) untuk memisahkan dan mengidentifikasi campuran kimia. Dengan cepat mendeteksi lima Senyawa Organik Volatil (VOC) terkait infeksi SARS-CoV-2 dalam napas yang dihembuskan.
“Pada tingkat produksi ini, kapasitas pengujian menggunakan InspectIR Covid-19 Breathalyzer diperkirakan meningkat sekitar 64.000 sampel per bulan.” tambah FDA
(Martin Bagya Kertiyasa)