Pada 2000, ia fokus untuk membawa wisatawan mancanegara ke daerah itu sembari mencoba untuk membudidayakan bunga rafflesia di halaman rumah orang tuanya.
"Sudah 15 kali bunga mekar sempurna di halaman rumah dan pertama kali mekar pada 2009," katanya.
Saat ini, jumlah knop bunga rafflesia di Cagar Alam Batang Palupuh sebanyak lima batang dan dalam waktu dekat sudah berkembang.
Ia juga sedang menyiapkan lokasi di sekitar Cagar Alam Batang Palupuh untuk mengembangkan bunga rafflesia, agar generasi mendatang bisa melihat bunga rafflesia itu.
Seiring dengan mulai melandainya kasus pandemi COVID-19 tentunya cagar alam ini akan kembali ramai dikunjungi sebagai wahana penelitian.
Tentu saja perlu pembenahan lebih lanjut agar wisatawan yang hendak mempelajari bunga raflesia bisa lebih nyaman dan tempat ini menjadi daerah kunjungan wisata minat khusus yang pada akhirnya juga berdampak bagi perekonomian masyarakat setempat.
(Salman Mardira)