Kasus Covid-19 Jawa-Bali Naik, Ahli Epidemiologi: Ini Alarm!

Muhammad Sukardi, Jurnalis
Rabu 13 April 2022 16:38 WIB
Pandemi Covid-19 belum berakhir (Foto: VOI)
Share :

KEMENTERIAN Kesehatan melaporkan terjadi kenaikan kasus Covid-19 di Jawa-Bali beberapa hari ini. Angka kenaikan tidak besar memang, tapi tetap jadi kewaspadaan yang kini diamati Kemenkes.

Tiga provinsi di Jawa-Bali tercatat mengalami kenaikan kasus beberapa hari ini, yaitu DKI Jakarta, Jawa Tengah, dan Bali. Meski naik, Kemenkes memastikan peningkatan kasusnya masih jauh lebih rendah jika dibandingkan dengan puncak kasus Omicron di akhir Februari 2022.

 

Menyikapi hal ini, Ahli Epidemiologi Griffith University Australia, dr Dicky Budiman, memperingati masyarakat Jawa-Bali agar lebih mengetatkan protokol kesehatannya lagi. Selain itu, pemerintah harus aktif melakukan 3T lagi di masyarakat yang dinilai Dicky sudah sangat rendah.

"Meski sudah melewati gelombang Omicron, tapi studi yang dilakukan di beberapa negara menunjukkan bahwa Omicron ini membawa ancaman berbeda dibanding varian sebelumnya, termasuk kelahiran subvarian dari Omicron," kata Dicky pada MNC Portal, Rabu (13/4/2022).

Dengan kondisi tersebut, Dicky menegaskan bahwa kenaikan kasus di Jawa-Bali harus tetap direspons serius oleh pemerintah maupun masyarakat.

"Saya katakan, kenaikan ini adalah alarm peringatan. Bukan saya menakut-nakuti, tapi ini adalah gunung es yang bisa saja sewaktu-waktu meningkat tajam lagi jika penanganannya lemah," tambahnya.

Ada beberapa poin disampaikan Dicky menyoal potensi meningkatnya kasus Covid-19 dalam waktu dekat ini, terlebih setelah Lebaran 2022. Salah satunya adalah cakupan vaksin dua dosis yang belum merata di beberapa wilayah.

Selain itu, populasi rawan seperti lansia, orang dengan komorbid, dan anak di bawah 5 tahun masih banyak yaitu 20 persen. Jika mereka tidak dilindungi dengan maksimal, itu bisa menimbulkan dampak serius pada kelompok rawan.

Jadi, kenaikan kasus yang terjadi di Jawa-Bali, terlebih kawasan tersebut memiliki populasi yang sangat banyak di Indonesia, saran Dicky, perlu disikapi hati-hati. Sebab, potensi fatalitas terutama hunian rumah sakit dan kematian bisa meningkat pada wilayah dengan cakupan vaksinasi yang masih kecil.

Untuk itu juga, Dicky amat menyarankan kepada pemerintah daerah untuk membuat sentral vaksinasi di daerah tujuan mudik. Ini dimaksudkan agar mereka yang mudik atau orang yang dituju mudik, dapat mengakses vaksin lebih mudah.

"Jadi, kalau misal si pemudik datang ke kampung baru satu dosis, maka dia diminta lengkapi vaksinnya saat di kampung. Begitu juga dengan orang yang memang tinggal di kampung, sebelum kedatangan orang dari kota, mereka mendapat vaksin dosis lengkap agar memberi perlindungan optimal," papar Dicky.

 BACA JUGA:Kasus Covid-19 Menurun, Wapres Harap Tak Lama Lagi Pandemi Berakhir

"Upaya ini pun saya nilai akan sangat bermanfaat untuk menekan angka kenaikan kasus pascalebaran. Sebab, proteksi imunitas yang tercipta dari mendapatkan vaksin terjadi merata dan mudik ini jadi momentum untuk memperluas cakupan vaksinasi," tambahnya.

(Dyah Ratna Meta Novia)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita Women lainnya