Dia mengingatkan, jika varian XE ini diketahui, sebagai varian paling menular hingga 10 kali (10%) dibandingkan varian sebelumnya (BA.2). Di mana sebelumnya, paling menular ialah varian BA.2.
"Dikatakan bahwa lebih cepat menular dibandingkan BA.2, ya tapi kemudian, belum cukup bukti-bukti epidemiologis untuk memperlihatkan perubahannya di dalam masyarakat. Sampai saat ini varian XE, XD maupun XF ini belum ditemukan di Indonesia," jelasnya.
dr Nadia mengatakan, varian XE mulai menjalar ke negara lain merupakan sub-varian dari Omicron. Menurutnya varian XE maupun XD dan XF tetap menjadi perhatian pemerintah, mengingat momen lebaran sebentar lagi dirasakan.
BACA JUGA: Singgung Varian XE, Dokter Reisa Ingatkan Segera Vaksin Booster!
"Maka ini meningkatkan kewaspadaan kita walaupun dikatakan lebih cepat menular dibandingkan Omicron dan belum masuk ke Indonesia," tambah dr Nadia.
(Dyah Ratna Meta Novia)