KETIKA berpuasa, salah satu masalah yang harus diperhatikan adalah kebersihan gigi dan mulut. Sehingga penting untuk lebih memperhatikan kesehatan mulut dan menghindari kemungkinan efek samping dehidrasi, mulut kering, dan gangguan pencernaan lainnya.
Dokter gigi kosmetik dan kepala klinis Tajmeel Dental Centre Dubai, Dr Ebadullah Shafi, menjelaskan puasa berjam-jam telah membuat produksi asam berlebih saat perut kosong, sehingga ketidakseimbangan flora di dalam rongga mulut sangat mungkin terjadi.
Asisten profesor divisi Ortodontik dari Imam Abdulrahman Bin Faisal University (IAU), Dr Suliman Shahin menambahkan, penting untuk memastikan menyikat gigi setelah makan sahur dan juga buka puasa, untuk membantu meminimalkan penumpukan plak.
Berdasarkan data Asosiasi Dental Amerika (ADA) merekomendasikan menyikat gigi setidaknya dua kali sehari selama dua menit dengan menggunakan sikat gigi yang lembut dan menunggu setidaknya 30 menit sebelum menyikat. Kebiasaan ini juga harus dilakukan selama Ramadan.
Selain menyikat gigi secara teratur, berikut sejumlah tip menjaga kebersihan gigi dan mulut selama berpuasa di bulan Ramadan.
Pilih sikat gigi herbal berbulu lembut
Untuk mencegah kerusakan email, Shafi dan Shahin mengatakan bahwa seseorang harus memilih sikat gigi berbulu lembut. Selain itu, sikat gigi herbal alami seperti ranting siwak tidak hanya direkomendasikan oleh para ulama, tetapi juga oleh WHO.
"Itu karena siwak memiliki sifat antibakteri yang mencegah pembentukan plak dan melindungi gigi dari kerusakan email yang dapat disebabkan oleh menyikat gigi secara berlebihan dengan sikat berbulu keras," kata Shahin katanya seperti dikutip Antara dari Gulf News.
Sikat, flossing, bilas
Selain menyikat gigi, dokter merekomendasikan untuk membudayakan kebiasaan membersihkan gigi dengan benang (flossing) secara teratur.
"Flossing dianjurkan untuk dilakukan setidaknya sekali sehari, seperti yang dianjurkan ADA, bahkan selama Ramadan untuk mencegah pertumbuhan bakteri di celah antara gigi tempat makanan bersarang," kata Shahin.
Sementara itu, Shafi menambahkan bahwa membilas mulut dengan obat kumur berbasis chlorohexidine juga akan mencegah segala jenis bakteri menumpuk dan meningkatkan kebersihan mulut yang baik.
Hindari pilihan makanan yang buruk
Shahin mengatakan penting bagi setiap orang untuk mengurangi kebiasaan untuk memilih makanan tinggi gula seperti jus buah buatan, makanan penutup yang kaya gula seperti kue, kue kering, dan permen.
"Jika seseorang memilih makanan manis, sebaiknya hanya dalam porsi kecil setelah hidangan utama, untuk meminimalkan penumpukan asam yang cepat pada gigi dan kerusakan gigi selanjutnya," ujarnya.
Cara menghindari mulut kering dan bau mulut
Selama menjalankan ibadah puasa, bau tak sedap dapat dihindari dengan memberikan perhatian khusus mulai dari sikat gigi, flossing setelah makan, dan menggunakan obat kumur ber-fluoride. Selain itu, Shafi menambahkan bahwa membilas mulut selama berwudu juga sangat membantu.
"Orang-orang dapat berhati-hati untuk tidak menelan air, tetapi berkumur sederhana sangat membantu dalam mencegah mulut kering, yang merupakan tempat berkembangbiaknya bakteri dan kerusakan gigi," kata Shafi.
(Martin Bagya Kertiyasa)