BERKUNJUNG ke Masjid Agung Karawang, Jawa Barat, pengunjung akan melihat Tugu Santri, yang berdiri tegak persis di halaman depan masjid.
Tugu ini dibuat untuk mengingatkan jika di Masjid Agung ini pernah berdiri madrasah atau pusat pendidikan Islam yang dibangun oleh Syeikh Hasanudin atau lebih dikenal sebagai Syeh Quro. Syeh Quro merupakan salah satu ulama yang pertama menyebarkan Islam di Jawa Barat.
BACA JUGA: 8 Tempat Wisata Religi Terbaik di Surabaya, Cocok Diziarahi saat Ramadan
Tugu Santri baru didirikan tahun 2018 oleh Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil. Pembangunan monumen Tugu Santri dipandang perlu kepada generasi muda tentang sejarah masuknya Islam di Jawa Barat. Masjid Agung Karawang menjadi pusat penyebaran Islam oleh Syeh Quro.
"Syeh Quro mendirikan madrasah di Masjid Agung ini. Kemudian mulai menyebarkan Islam di Jawa Barat," kata Ketua DKM Masjid Agung, Acep Jamhuri, Minggu kemarin.
Menurut Acep, jasa Syeh Quro dalam menyebarkan Islam cukup besar di Jawa Barat. Oleh karena itu, Gubernur Ridwan Kamil menyediakan anggaran untuk pembangunan monumen Tugu Santri di.Masjid Agung. Alasannya, salah satu jejak peradaban Islam di Jawa Barat ada di Masjid Agung.
BACA JUGA: 8 Wisata Religi Instagramable di Semarang, Cocok Buat Spot Foto
"Kami sudah menjelaskan semua tentang Masjid Agung yang menjadi tempat Syeh Quro mengembangkan Islam di Jawa Barat. Untuk mengenang itu semua, Pemprov Jabar menyediakan anggaran untuk membangun monumen Tugu Santri," katanya.
Acep mengatakan, monumen Tugu Santri terdiri dari 4 Kujang dan pada bagian atasnya terdapat mushaf Alquran yang terbuka. Sementara dibagian tengah terdapat simbol kemudi kapal laut. Kemudian ada tasbih besar yang mengitari monumen itu.
"Monumen itu memiliki makna tersendiri diantara simbol yang ada," katanya.
Seperti simbol Kujang yang menandakan senjata khas Jawa Barat yang sering digunakan Prabu Siliwangi. Kemudian simbol kemudi kapal laut menandakan saat penyebaran Islam oleh Syeh Quro dilakukan melalui laut pesisir Karawang. Saat itu pesisir laut Karawang masih ramai oleh jasa perdagangan. Kemudian, tasbih melambangkan cinta kasih antara Sri Baduga Prabu Siliwangi dengan Nyi Mas Subang Larang.
"Pada saat itu Nyi Mas Subang Larang meminta Tasbih sebagai mas kawinnya, sehingga Sri Baduga Prabu Siliwangi memeluk Islam dan dinikahkan di Masjid Agung Syeikh Quro Karawang ini," ucap Acep.
(Salman Mardira)