Apakah Berbahaya?
Ketua Satgas Penanganan Covid-19 Ikatan Dokter Indonesia (IDI), Prof, Dr. Zubairi Djoerban, SpPD KHOM, menerangkan jika varian XE belum bisa dipastikan berbahaya atau tidak. Walaupun sebuah laporan UKHSA mengatakan,"XE menunjukkan bukti penularan komunitas di Inggris, meskipun saat ini kurang dari satu persen dari total kasus berurutan."
Dikatakan XE memiliki tingkat pertumbuhan 9,8 persen di atas BA.2, dan sekitar 637 kasus XE telah terlihat di Inggris sejak 19 Januari. Dengan ini, Prof Zubairi mengimbau agar masyarakat tetap patuhi protokol kesehatan, seperti menggunakan masker.
BACA JUGA: Varian XE Disebut Akan Sampai ke Malaysia, Ahli Epidemiologi: Kepatuhan Prokes Batasi Penyebaran
"Belum ada alasan untuk khawatir. Tetap pakai masker," jelas Prof Zubairi dalam Twitter pribadinya @ProfesorZubairi.
(Dyah Ratna Meta Novia)