VARIAN XE disebut lebih menular dari varian Omicron (BA.1) maupun Omicron Siluman/Son Of Omicron (BA.2). Varian XE yang menular ini pertama kali ditemukan di Inggris.
Bahkan sebelumnya Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengeluarkan peringatan terhadap munculnya varian mutan baru dari Omicron, yakni Varian XE.
Sebelumnya Juru Bicara Satgas Covid-19 Wiku Adisasmito menjelaskan, varian XE lebih menular dari subvarian Omicron BA.2. Bahkan varian XE telah terdeteksi di negara tetangga, Thailand.
Gejala varian XE ini sebenarnya mirip dengan gejala pada pasien BA.2. Antara lain:
-Sakit tenggorokan
-Sakit kepala
-Nyeri otot
-Demam
-Diare
-Muntah
-Mual
-Sakit perut
Meski demikian Ketua Satgas Penanganan Covid-19 Ikatan Dokter Indonesia (IDI), Prof, Dr. Zubairi Djoerban, SpPD KHOM mengatakan, varian XE tidak perlu terlalu dikhawatirkan.
BACA JUGA:IDI Sebut Alasan Tak Perlu Khawatir dengan Varian XE
Menurut Prof Zubairi belum ada data yang lebih lanjut terkait subvarian dari Omicron itu. "Belum ada bukti seperti Alpha, Delta, dan Omicron. Belum ada alasan untuk khawatir," ujar Prof Zubairi dalam Twitter pribadinya.
(Dyah Ratna Meta Novia)