Di sisi lain, Ahli Epidemiologi dan Kepala Inovasi di Rumah Sakit Anak Boston, dr John Brownstein, mengatakan bahwa varian XE bukan masalah berarti bagi kesehatan masyarakat.
"Varian rekombinan itu muncul berulang-ulang. Faktanya, kenapa varian ini dinamakan XE, karena kami sudah menemukan XA, XB, XC, dan XD, dan tidak ada satupun yang menjadi masalah serius bagi manusia," ungkap dr Brownstein.
Hingga saat ini gejala varian XE belum diketahui secara pasti. Sebab WHO belum memberikan penjelasan mengenai berbagai gejalanya.
Namun gejala induknya yaitu Omicron antara lain sakit kepala, sakit tenggorokan, nyeri otot, nyeri tubuh, demam, batuk-batuk.
Kehilangan penciuman dan pengecapan jarang dilaporkan pada orang yang terinfeksi varian Omicron. Selain itu, tanda-tanda gastrointestinal seperti diare, mual, muntah, sakit perut dan lainnya cukup umum dalam kasus infeksi Omicron.
(Martin Bagya Kertiyasa)