"Kebutuhannya sekitar lima sampai tujuh kubik kayu. Namun kami akan berupaya mencari dana dari sumber lainnya untuk memperbaiki jembatan itu," katanya.
Ia menjelaskan, jembatan tersebut merupakan akses utama yang menghubungkan lokasi wisata kuliner dengan objek wisata pantai.
Meski begitu, di daerah itu terdapat jalur lainnya yaitu jembatan bambu dan beton muara namun tidak layak dilalui wisatawan karena bambu sudah lapuk dan yang beton sering tertutup air laut ketika pasang naik.
(Rizka Diputra)