MENTERI Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Salahuddin Uno menjelaskan alasan peluncuran program ‘Rendang Goes to Europe’ dilakukan di Bali, bukan di Sumatera Barat sebagai daerah asal makanan terenak di dunia itu.
Sandiaga mengatakan, bahwa dipilihnya Bali sebagai lokasi launching Rendang Goes to Europe karena Pulau Dewata merupakan simbol pariwisata internasional. Di mana bukan hanya saja dikenal di Indonesia, tapi juga seluruh dunia.
BACA JUGA: Sandiaga Uno Ingin Rendang Makin Populer di Eropa
"Bahwa launching itu dilakukan sengaja dipilih di Bali, karena Bali merepresentasi pusat dari simbol pariwisata paling terkenal dimiliki Indonesia. Dan juga menjadi venue dari penyelenggaraan G20," ujarnya dalam Weekly Press Briefing secara virtual, Senin (28/3/2022).
Lebih lanjut, kata Sandiaga, alasannya lainnya yaitu Bali dipilih untuk menggaungkan kembali salah satu destinasi super prioritas Indonesia di kancah internasional.
Selain itu, pihaknya juga tak lupa menggaet stakeholder khususnya para pelaku ekonomi kreatif (ekraf) di Sumatera Barat guna bersama-sama menyiapkan rantai pasok mulai dari bumbu-bumbu, packaging, hingga santan sebagai salah satu bahan utama pembuatan rendang khas Minang dalam menduniakan rendang, juga termasuk di Eropa.
"Alhamdulillah, ini bisa dijelaskan. Ini akan menimbulkan suatu antusiasme kebangkitan gastrodiplomasi kita dengan target untuk memompa ekspor sampai USD 2 miliar di 2024. Dan tentunya, bisa memastikan agar rendang sebagai kuliner paling terkenal di Indonesia," tuturnya.
BACA JUGA: Ketika Pembalap MotoGP Dapat Cenderamata Bumbu Khas Indonesia, Rendang hingga Soto
"Dan Bali sebagai destinasi paling terkenal di Indonesia dikenal dunia. Ini bisa berkolaborasi untuk menghadirkan suatu momentum kebangkitan ekonomi kita, juga bagian dari tantangan ekonomi baru," tambahnya.
Sebelumnya launching Rendang Goes to Europe yang digelar di Bali, Kamis 24 Maret 2022, mendapatkan aksi protes dari sebagian pelaku usaha kuliner Sumatera Barat.
Salah satunya adalah ahli kuliner yang juga penulis dari Sumatera Barat, Reno Andam Suri.
Reno menyatakan protes dan rasa kecewanya, karena mengapa harus Bali yang dijadikan lokasi launching Rendang Goes to Europe itu, dan tidak diadakan di Sumatera Barat.
"Melihat bagaimana acara ini melukai hati teman-teman komunitas Perendang Minang, para UMKM yang juga berjuang untuk besarnya Rendang.
Ya sudahlah kemarin ada berita berdiri pabrik rendang di Bulgaria..uni-uni perendang curhat "Kami bisa apa, tapi apa launchingnya juga harus di Bali?" tulis Reno dalam akun Instagramnya @renoandamsuri.
(Salman Mardira)