Ingin Uji Adrenalin? Cobain Sensasi Arum Jeram di Peninggalan Citarum Purba

Adi Haryanto, Jurnalis
Senin 28 Maret 2022 04:30 WIB
Ilustrasi arung jeram (dok Freepik)
Share :

Aliran sungai ini hulunya berada di Cisanti Kabupaten Bandung kemudian sampai ke Waduk Cirata.

"Sanghyang 'Sang' merupakan kata yang dipergunakan untuk menghargai para leluhur jaman dahulu. Sedangkan 'Hyang' merupakan kata Sunda, artinya menyepi, atau kalau sekarang itu dikenal dengan semedi," kata Dodi.

Sementara untuk istilah atau kata 'Kenit', lanjut dia, masyarakat di sini percaya bahwa itu kambing warna hitam yang mempunyai sabuk warna putih melingkar yang dulu disembelih di lokasi Sanghyang ini.

Hal tersebut dianalogikan dengan batuan gamping batuan putih batu kapur, sementara di lokasi sanghyang lainnya merupakan batu kali yang berwarna hitam.

"Maka akhirnya oleh masyarakat lokal di sini disebut sebagai Sanghyang Kenit,” ujarnya.

Sejak dibuka menjadi objek wisata pada akhir tahun 2019, Sanghyang Kenit ternyata mampu menjadi magnet yang membuat pengunjung penasaran untuk datang ke lokasi tersebut.

Terlebih akses lokasinya yang paling dekat bisa diakses dibandingkan dengan Sanghyang Poek, Sanghyang Heuleut.

Aliran air dari Sanghyang Kenit kerap dimanfaatkan warga untuk pengairan sawah dan sebagian lagi digunakan untuk kehidupan sehari-hari, seperti mencuci pakaian dan sebagainya. Untuk masuk ke Sanghyang Kenit pengunjung dikenakan tiket berbayar sebesar Rp8.000 per orang. Bagi yang ingin berarung jeram biaya perorangnya dikenakan Rp150 ribu sudah termasuk transportasi dan makan dengan minimal 12 peserta.

"Selain arung jeram pengunjung dapat menikmati wisata susur goa dengan berjalan dan mendokumentasikan stalaktit yang ada di dalam gua dari Sanghyang Kenit sampai Sanghyang Tikoro sepanjang sekitar 600 meter," tutur Dodi.

(Kurniawati Hasjanah)

Halaman:
Lihat Semua
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita Women lainnya