Cerita di Balik Kolam Segaran, Dibangun untuk Mengenang Kekasih Hayam Wuruk

Avirista Midaada, Jurnalis
Senin 28 Maret 2022 01:30 WIB
Kolam Segaran (dok ANTARA)
Share :

Semasa Majapahit, keindahan memukau kolam tersebut diperkirakan lebih terasa. Sebab, kala itu belum ada cahaya listrik di sekitar kolam. Kolam Citra Wulan semasa Majapahit dapat disebut sebagai tempat rekreasi penduduk di kala purnama. Tentunya banyak penduduk yang bercengkrama di sekitar kolam, dan tidak mustahil dilakukan juga oleh kaum bangsawan, keluarga raja, bahkan raja sendiri.

Sebuah pemberitaan Cina menyebutkan, setiap purnama penduduk Majapahit bersuka cita di sekitar Kolam Citra Wulan. Bahkan kaum perempuan membentuk barisan di sekitar kolam sambil ngamen bernyanyi di rumah-rumah orang berada untuk mendapatkan uang.

Nama Kolam Segaran atau Citra Wulan berdasarkan namanya merupakan tempat ideal untuk menikmati cahaya purnama. Lokasi ini menjadi tempat ideal untuk melakukan pemujaan kepada Dewa Candra. Kekuatan dan keindahan Candra terbayang di permukaan air kolam, bayangan bulan purnama pasti terpantul di permukaan air.

Artinya, air kolam pada masa itu dipenuhi oleh kekuatan indahnya Sang Candra. Karena fungsinya, kolam Citra Wulan juga tempat pemujaan bagi Dewa Chandra dan rekreasi penduduk Kota Majapahit di kala bulan purnama.

Diperkirakan Kolam Citra Wulan dibuat di masa Raja Hayam Wuruk, seusai Mpu Prapanca menggubah Kakawin Negarakertagama pada tahun 1365. Itulah mengapa Kolam Citra Wulan tidak tercantum dalam naskah tersebut.

Konon, Hayam Wuruk sengaja memerintahkan pembangunan Kolam Citra Wulan ini juga untuk mengenang peristiwa Perang Bubat, yang membuat kekasihnya, Dyah Pitaloka Citra resmi memilih mengakhiri hidup dengan cara bunuh diri.

(Kurniawati Hasjanah)

Halaman:
Lihat Semua
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita Women lainnya