“Dominannya varian BA.2 ini tidak terlihat dalam bentuk lonjakan kasus. Kita sendiri masih terus meneliti, tapi salah satu dugaannya bahwa Indonesia dan India berbeda dengan negara-negara Asia lainnya adalah karena vaksinasi kita mulainya relatif lambat,” jelas dia.
BACA JUGA : Sambut Mudik Lebaran 2022, Pemerintah Siapkan 80 Juta Vaksin Covid-19
BACA JUGA : Mudik Lebaran 2022, Pemerintah Bakal Lakukan Random Checking Kendaraan Pribadi
Indonesia sendiri, kata dia, baru masif melakukan vaksinasi pada bulan September ke atas. “Jadi level antibodi yang dimiliki masyarakat Indonesia itu masih tinggi. Selain itu, sebelum vaksinasi dilakukan secara masif di bulan September, kita terkena gelombang Delta yang cukup besar. Akibatnya, banyak masyarakat Indonesia yang sudah memiliki antibodi berasal dari infeksi,” ungkap dia.
Gara-gara itulah, sambung dia, Indonesia dan India memiliki yang namanya ‘super immunity’. “Di India juga mengalami hal yang sama, mereka terkena gelombang Delta yang luar biasa tinggi dan kemudian vaksinasinya naik sehingga posisi mereka saat Omicron datang itu sudah double imunitasnya, baik berasal dari infeksi maupun vaksinasi. Istilah ilmiahnya, super immunity, jadi imunitasnya kuat sekali,” papar dia.
(Helmi Ade Saputra)