VARIAN Deltacron dikabarkan makin menyebar di Inggris dan Amerika. Namun memang kasus Deltacron tak banyak, meski demikian tak boleh diabaikan.
"Menurut laporan UK Health Security Agency (UKHSA), kasus Deltacron di Inggris ada 30. Sementara itu, di Amerika Serikat kasusnya tercatat ada 17," terang Ketua Satgas Penanganan Covid-19 Ikatan Dokter Indonesia Profesor Zubairi Djoerban, Selasa (22/3/2022).
Sementara itu, WHO meminta publik tetap tenang terkait varian Deltacron.
Seperti dilansir dari BBC, baik WHO maupun Pusat Pengendalian Penyakit AS (CDC) sejauh ini tidak menyebut 'Deltacron' sebagai varian yang menjadi perhatian.
WHO saat ini mengklasifikasikannya sebagai "varian dalam pemantauan".
Dalam konferensi pers pada 9 Maret, Maria Van Kerkhove, Pimpinan Teknis WHO untuk Covid-19, menekankan bahwa "tidak ada perubahan dalam epidemiologi atau tingkat keparahan penyakit yang terkait dengan varian ini yang telah diamati".
Saat ini para ilmuwan masih mencoba memahami varian baru Covid.
"Sayangnya, kami berharap untuk melihat lebih banyak virus rekombinasi, karena perubahan dari waktu ke waktu persis seperti yang dilakukan patogen-patogen ini," katanya.
Ahli Virologi Felipe Naveca menambahkan, kemunculan varian baru tetap memperkuat pentingnya pemantauan genetika oleh para ilmuwan.
"Kami perlu melakukan lebih banyak lagi pengurutan sampel untuk memahami apakah varian baru ini memiliki dampak," katanya.
Namun Naveca juga meminta agar masyarakat juga harus tetap waspada.
"Sangat penting bagi masyarakat untuk menerima vaksinasi lengkap dengan dosis yang dianjurkan," tambahnya.
BACA JUGA: Deltacron Dikabarkan Menyebar di Inggris dan AS, Bagaimana Gejalanya?
"Langkah pencegahan, protokol kesehatan seperti mencuci tangan dan memakai masker tetap berguna untuk mengurangi risiko terinfeksi varian virus corona apapun," pungkas Naveca.
(Dyah Ratna Meta Novia)