Ditetapkan BPOM Jadi Booster Covid-19, Begini Efek Samping Vaksin Sinopharm

Muhammad Sukardi, Jurnalis
Selasa 22 Maret 2022 09:24 WIB
Ilustrasi Vaksin Covid-19. (Foto: Freepik)
Share :

VAKSIN Sinopharm akhirnya mendapatkan izin menjadi vaksin booster, setelah lulus pengujian dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM). Nantinya, vaksin tersebut akan diberikan kepada mereka yang menerima vaksin Sinovac pada suntikan pertama dan kedua.

Dengan demikian, Sinopharm tidak hanya diberikan untuk penerima vaksin Sinopharm sebelumnya (homolog), tetapi bisa diberikan juga kepada penerima vaksin jenis lain sebelumnya.

"Booster heterolog vaksin Sinopharm satu dosis diperuntukkan untuk subjek usia 18 tahun ke atas yang telah mendapatkan vaksin primer Sinovac dosis lengkap 6 bulan sebelumnya," terang Kepala BPOM Penny K. Lukito, Selasa (22/3/2022).

Penny menjelaskan, penetapan vaksin Sinopharm sebagai booster heterolog pun berdasar pertimbangan aspek keamanan bahwa penggunaan vaksin Sinopharm sebagai booster heterolog secara umum dapat ditoleransi dengan baik.

Dijelaskan dalam laporan tersebut bahwa reaksi lokal yang paling sering dilaporkan dalam uji klinik booster heterolog vaksin Sinopharm yaitu nyeri pada tempat suntikan, pruritus atau rasa gatal, kemerahan, dan pembengkakan. Adapun kejadian sampingan sistemik yang paling banyak dilaporkan adalah fatigue atau kelelahan, nyeri otot, sakit kepala, dan batuk.

"Profil kejadian sampingan (Adverse Events/AEs) yang dilaporkan dalam uji klinik booster heterolog ini serupa dengan kejadian sampingan pada uji klinik vaksin primer maupun booster homolog, yaitu bersifat ringan hingga sedang," papar Penny.

Dari aspek imunogenisitas, hasil analisis pemberian 1 dosis booster vaksin Sinopharm pada kelompok subjek vaksin primer Sinovac menunjukan adanya peningkatan respon antibodi.

"Peningkatan ini terjadi pada pengukuran hari ke-14 dan ke-28 pasca-pemberian dosis booster. Antibodi IgG anti-sRBD menunjukkan peningkatan sebesar 8,19 kali dan 10,65 kali dibandingkan sebelum pemberian booster (baseline)," tulis laporan tersebut.

Disetujuinya penggunaan vaksin Sinopharm ini menambah alternatif vaksin booster heterolog bagi masyarakat yang menggunakan vaksin primer Sinovac sebelumnya.

Karena itu, BPOM menyampaikan apresiasi kepada Tim Ahli Komite Nasional Penilai Vaksin Covid-19 dan ITAGI atas kerjasamanya selama ini sebagai mitra dalam mengevaluasi penggunaan dosis booster kedua untuk vaksin Sinopharm sehingga dapat segera digunakan masyarakat.

(Martin Bagya Kertiyasa)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita Women lainnya