PERKEMBANGAN virus Covid-19 menghadirkan beragam varian, seperti Omicron hingga Deltacron. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyakinkan bahwa beberapa penelitian sedang dilakukan untuk memahami tingkat keparahan dan penularan Deltacron.
Menurut studi Lembaga Prancis Pasteur Institute, varian Deltacon merupakan virus rekombinan Delta dan Omicron. Data dan analisis ini memberikan konfirmasi definitif, tentang virus rekombinan asli diturunkan dari garis keturunan GK/AY.4 (Delta) + GRA/BA.1 (Omicron).
Deltacron ditemukan sejak awal 2022 di Prancis, di mana secara khusus, genom virus dengan serupa juga telah diidentifikasi di Denmark dan Belanda.
Maria Van Kerkhove dari WHO mengatakan di Twitter, varian ini sudah diduga, sebab dengan sirkulasi omicron dan delta yang intens.
Lebih lanjut, ia mengatakan bahwa WHO sedang melacak dan mendiskusikan. "Tolong lihat juga di sini di mana kita berbicara tentang kemungkinan rekombinan #SARSCoV2. Ini diharapkan, terutama dengan sirkulasi yang intens #omicron & delta," ujar Maria dikutip dari Twitter pribadinya, Senin (21/3/2022).
Melansir dari Livemint, para pejabat WHO juga menegaskan, saat ini tidak ada perubahan yang diamati dalam tingkat keparahan dan penularannya, tetapi beberapa penelitian sedang dilakukan tentang topik tersebut.
Sejauh ini, jumlah yang diketahui terkena Deltacron, dilansir dari Fox News jumlah pasien Deltacron di Amerika baru 17 orang.
Di sisi lain, WHO mengatakan, Deltacron telah terdeteksi, jumlahnya sangat rendah.
"Kami belum melihat perubahan dalam tingkat keparahannya. Tetapi ada banyak penelitian yang sedang berlangsung," kata Maria Van Kerkhove.
Apakah Sudah Masuk Indonesia?
Menurut Juru Bicara Vaksinasi Covid-19 Kemenkes bahwa varian baru yang telah ditemukan WHO, belum masuk ke Indonesia. Di mana sampai saat ini belum ada laporan terkait kasus varian terbaru ini.
"kemudian mengenai Deltacron dari data yang ada saat ini belum dilaporkan," ujar dr. Siti Nadia Tarmizi M.Epid.
BACA JUGA: Kasus Varian Deltacron Masih Sedikit, Belum Bisa Dipastikan Tingkat Keparahannya
Kemudian, kemarin juga Dokter Nadia menegaskan bahwa varian kombinasi dua varian Delta dan Omicron itu belum ada di Indonesia. "Belum," ujar dr. Nadia.
(Dyah Ratna Meta Novia)