Lebih lanjut, ia mengatakan bahwa WHO sedang melacak dan mendiskusikan. "Tolong lihat juga di sini di mana kita berbicara tentang kemungkinan rekombinan #SARSCoV2. Ini diharapkan, terutama dengan sirkulasi yang intens #omicron & delta," ujar Maria dikutip dari Twitter pribadinya, Senin (21/3/2022).
Melansir dari Livemint, para pejabat WHO juga menegaskan, saat ini tidak ada perubahan yang diamati dalam tingkat keparahan dan penularannya, tetapi beberapa penelitian sedang dilakukan tentang topik tersebut.
Sejauh ini, jumlah yang diketahui terkena Deltacron, dilansir dari Fox News jumlah pasien Deltacron di Amerika baru 17 orang.
Di sisi lain, WHO mengatakan, Deltacron telah terdeteksi, jumlahnya sangat rendah.
"Kami belum melihat perubahan dalam tingkat keparahannya. Tetapi ada banyak penelitian yang sedang berlangsung," kata Maria Van Kerkhove.