KONDISI dunia sedang memanas imbas invasi Rusia ke Ukraina sejak 24 Februari 2022 lalu.
Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menyatakan 900 warga sipil Ukraina meninggal karena serangan Rusia, sedangkan Ukraina mengklaim lebih dari 14 ribu personel Rusia tewas.
Kini Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky mengatakan siap bernegosiasi dengan Presiden Rusia Vladimir Putin untuk perdamaian, namun dia mengingatkan jika gagal maka konflik kedua negara bisa mengakibatkan 'Perang Dunia 3'.
Seiring memanasnya konflik kedua negara tersebut, rupanya kini warga dunia banyak yang memesan bunker buatan Italia loh.
Melansir New York Post, ahli kimia sekaligus pembuat bunker asal Italia, Giulio Cavicchiolo mengaku dalam dua minggu terakhir, menerima 500 telepon tentang keamanan bunker yang dibuatnya.
Giulio Cavicchiolo memprediksi, jika masyarakat Barat sedang bersiap mengantisipasi terjadinya serangan nuklir di tengah invasi Rusia ke Ukraina.
"Tiba-tiba, kami berada di tengah banjir pesanan," kata Giulio Cavicchiolo, pemilik perusahaan Minus Energie di Italia utara.
Giulio Cavicchiolo memaparkan, dalam dua minggu terakhir telah mendapat pesanan untuk membuat 50 bunker.
Selain itu, Giulio Cavicchiolo mengatakan, menerima 500 pertanyaan terkait keamanan atau sistem kerja bunker yang dibuatnya.
Dia kemudian menjelaskan, jika bunker yang dibuatnya memiliki sistem penyaringan udara bawah tanah.
Sistem penyaringan tersebut berfungsi untuk membersihkan partikel radioaktif, gas saraf, dan jenis bahan kimia lainnya.
"Orang-orang sangat membutuhkan pembangun bunker karena takut hulu ledak nuklir Rusia akan mencapai Eropa," kata Giulio Cavicchiolo.
Adapun, Menteri Luar Negeri, Ukraina Dimitri Kuleba mengatakan nuklir Ukraina yang dikuasai Rusia memiliki 21 reaktor, 15 di antaranya aktif dan tersebar di empat pembangkit.
Ditegaskan Dimitri Kuleba, setiap ada kesalahan perhitungan akan memicu bencana besar.
"Jika meledak, itu akan menjadi 10 kali lebih buruk daripada Chernobyl," kata Menteri Luar Negeri, Ukraina Dimitri Kuleba.
(Kurniawati Hasjanah)