Kasus Varian Deltacron Masih Sedikit, Belum Bisa Dipastikan Tingkat Keparahannya

Antara, Jurnalis
Minggu 20 Maret 2022 17:05 WIB
Deltacron muncul di sejumlah negara (Foto: SCMP)
Share :

MANTAN Direktur Penyakit Menular WHO Asia Tenggara Prof Tjandra Yoga Aditama menjelaskan, Deltacron merupakan varian baru gabungan BA.1 dan B.1617.2 yang telah memperoleh pengakuan dari otoritas berwenang di Inggris sebagai laporan yang sedang diawasi.

"Sekarang memang dilaporkan adanya varian hibrid Deltacron ini, yang disebut gabungan BA.1 dan B.1617.2. Di Inggris varian ini dimasukkan ke dalam variant surveillance report," kata Tjandra Yoga.

 

Di sisi lain, Maria Van Kerkhove dari WHO menjelaskan, varian tersebut tidaklah diharapkan, terutama dengan sirkulasi Omicron dan Delta yang intens. Dia juga mengatakan, di tempat-tempat di mana Deltacron telah terdeteksi, jumlahnya masih sangat rendah.

"Kami belum melihat perubahan dalam tingkat keparahannya. Tetapi ada banyak penelitian yang sedang berlangsung," kata Maria Van Kerkhove.

Dilansir dari Foxnews di Amerika Serikat terdapat 17 orang beberapa waktu lalu terkena Deltacron. Namun karena jumlahnya yang masih sedikit, membuat para peneliti atau ahli belum memastikan varian Covid-19 Deltacron membahayakan atau tidak.

"Belum bisa dikatakan karena jumlah kasusnya masih sangat sedikit jadi belum bisa dipastikan," jelas Ketua Satgas Penanganan Covid-19 Ikatan Dokter Indonesia (IDI), Prof, Dr. Zubairi Djoerban, SpPD KHOM.

 BACA JUGA:Meski Belum Ada Laporan Terinfeksi, Pemerintah Terus Pantau Deltacron

Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) mencantumkan kemungkinan gejala infeksi SARS-CoV-2 tanpa menentukan varian apa, yaitu:

-demam atau kedinginan

-batuk-batuk

-sesak napas atau kesulitan bernapas

-kelelahan

-nyeri otot atau tubuh

-sakit kepala

-kehilangan rasa atau bau baru

-sakit tenggorokan

-hidung tersumbat atau pilek

-mual atau muntah

-diare/

(Dyah Ratna Meta Novia)

Halaman:
Lihat Semua
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita Women lainnya