VARIAN Covid-19 baru bernama Deltacron yang muncul di Eropa, dipastikan belum masuk ke Indonesia. Jubir Bicara Vaksinasi Covid-19 Kementerian Kesehatan (Kemenkes), dr. Siti Nadia Tarmizi M.Epid menjelaskan, varian kombinasi dua varian Delta dan Omicron itu (Deltacron) belum ada di Indonesia.
Ia menerangkan, varian lain memungkinkan terus bermunculan. Oleh karena itu harus menjadi kewaspadaan bagi Indonesia. Menurutnya juga berpotensi dapat meningkatkan kasus Covid-19.
Sementara itu, Ketua Satuan Tugas COVID-19 Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Zubairi Djoerban (kedua kiri) mengatakan, varian Covid-19 Deltacron hingga kini belum menjadi mutasi yang mengkhawatirkan.
"Deltacron menyebar ke banyak orang lain. Namun jumlah orang dengan Deltacron tidak terlalu banyak. Belum masuk perhatian dan kekhawatiran kita," kata Zubairi Djoerban.
Ia mengatakan Deltacorn merupakan varian kombinasi dari Delta yang memiliki karakteristik memicu kesakitan dengan gejala berat sementara Omicron sangat mudah menular.
Kombinasi keduanya, kata Zubairi, sangat mudah menembus pertahanan imun seseorang kemudian menaikkan kegawatan gejala saat tertular. "Untungnya, tidak demikian yang terjadi. Tidak terlalu menyebar dan tidak terlalu mematikan," ujarnya.