Perburuan tak hanya sampai di situ. Teluk Mandeh memiliki panorama alam bawah laut yang begitu memukau, dengan biota laut yang kaya. Terumbu karang di dasarnya seperti menari menghibur peselam.
Sore menjelang, mentari bersiap memasuki peraduan. Arus kendaraan ramai menanjak ruas jalan itu. Satu per satu merapati tepian aspal. Memarkir kenderaannya menikmati senja Ujung Batu.
"Kami bersama keluarga sering ke sini. Setidaknya hanya untuk sekedar makan bersama keluarga. Panorama alamnya memang bagus," ujar Al-Amin (36), warga Kecamatan Koto XI Tarusan.
Cahaya sang surya perlahan melabuhi Teluk Mandeh. Pantulan cahayanya membiaskan warna keemasan.
Sejak diresmikan Presiden Joko Widodo pada akhir 2015 Kawasan Wisata Bahari Terpadu (KWBT) Mandeh terus bersolek. Pemerintah Kabupaten Pesisir Selatan gencar membangun infrastruktur penunjang agar wisatawan semakin nyaman saat berkunjung.
Bahkan Mandeh telah dilengkapi dengan Touris Information Center (TIC), sehingga memudahkan wisatawan mencari titik destinasi yang bakal dikunjungi, termasuk soal akomodasi.
Selain infrastruktur dan sarana lainnya, pemerintah kabupaten pun secara berkelanjutan terus melakukan promosi kawasan Mandeh, salah satunya melalui event pariwisata.
Tahun ini pemerintah kabupaten bersama pihak ketiga bakal menggelar fun bike skala nasional, dengan garis start di Painan dan finish di Mandeh. Peserta merupakan pesepeda dari luar daerah.
Dalam pengembangan pariwisata tahun ini pemerintah kabupaten menargetkan kunjungan wisata hingga 2,5 wisatawan, baik asing maupun dalam negeri.
"Kami siapkan Mandeh sebagai destinasi utama mampu menjawab target yang telah tertuang dalam rencana pembangunan daerah," ujar Bupati Kabupaten Pesisir Selatan Rusma Yul Anwar.
Namun tentu saja yang tak kalah penting adalah menyiapkan berbagai stimulan untuk kenyamanan dan kemudahan pada investor dalam menanamkan modalnya di sektor pariwisata di kawasan Mandeh.
(Salman Mardira)