Herd Immunity Sulit Diterapkan pada Covid-19, Ini Penyebabnya

Kevi Laras, Jurnalis
Sabtu 19 Maret 2022 16:23 WIB
Ilustrasi Covid-19. (Foto: Freepik)
Share :

DARI survei serologi yang dilakukan Kementerian Kesehatan bersama Kementerian Dalam Negeri dan Tim Pandemi Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia (FKM UI) menunjukkan, antibodi masyarakat Indonesia sudah hampir mencapai 90 persen. Hal ini memunculkan harapan akan adanya herd immunity di Indonesia.

Dalam konferensi pers bersama Kementerian Kesehatan (Kemenkes) terkait survei serologi nasional, ahli Epidemiolog Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia (UI), Prof. dr. Pandu Riono, MPH, Ph.D menerangkan, herd immunity lebih mudah terbentuk pada virus yang tidak cepat bermutasi.

"Jadi konsep herd immunity asumsi kita menghadapi suatu virus relatif yang tidak berubah secara cepat sehingga imunitas bisa dikejar," kata Prof Pandu dalam YouTube Kemenkes.

Dia menambahkan, kalau situasi sekarang Indonesia dihadapi virus SARs-COV-2 atau Corona. Virus yang faktanya cepat berevolusi atau berkembang dapat melahirkan varian-varian baru, salah satunya Omicron.

"Menghadapi SARs-COV-2 yang evolusinya tidak pernah berhenti waktu dan kecepatan variasinya itu tidak relevan. Khawatirnya bermutasi bisa menghindar dari imunitas, ini yang sementara Omicron dari escape imunitas," jelasnya,

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita Women lainnya