PEMERINTAH memang terus melakukan berbagai survei di masa pandem ini, untuk melihat bagaimana infeksi serta vaksinasi Covid-19 tersebar. Salah satu survei yang kerap dilakukan adalah survei serologi.
Survei serologi bertujuan untuk estimasi proporsi orang di populasi yang mempunyai antibodi terhadap SARS-CoV-2, berdasarkan kelompk umur, jenis kelamin, pernah terdiagnosis Covid-19 dan status vaksinasi. Survei ini, mempelajari distribusi kadar antibodi berdasarkan riwayat infeksi dan vaksinasi.
Menteri Kesehatan (Menkes) mengatakan survei itu penting bagi pemerintah sebagai keputusan berbasis data. Survei serologi nasional tersebut memberikan hasil persentase, berapa penduduk Indonesia yang sudah memiliki antibodi terhadap virus SARs-COV-2.
Dari hasil survei tersebut, tercatat seseorang sudah diimunisasi dan terinfeksi Covid-19 atau sebaliknya, maka memiliki antibodi paling tahan lama dan tinggi. Dia juga mengatakan serologi survei yang dilakukan di Indonesia merupakan terbesar di dunia nomor dua, setelah India.
“Hasil research menyatakan bahwa kalau antibodinya terbentuk karena kombinasi kedua hal tersebut. Jadi, kalau ada teman-teman sudah pernah kena terinfeksi Covid-19 kemudian divaksin atau sebaliknya, antibodinya paling tahan lama dan paling tinggi,” kata Menkes Budi