KETIKA perahu kayu lepas jangkar dari pantai berpasir putih Tanjung An, Lombok Tengah, rasa penasaran semakin besar. Rasa penasaran pada tiga kata, yakni, Pantai Batu Payung.
Dengan mengikuti gelombang lembut perairan itu, mata wisatawan tidak lelah-lelahnya melihat ke kiri dan kanan perpaduan alam antara bukit berumput hijau, pasir putih dan beningnya air laut.
Beningnya air laut selaksa perahu yang ditumpangi penumpang berada di atas kaca aquarium. Benar-benar membuat nyaman perasaan hati. Sesekali terlihat, beberapa wisatawan asing yang mencoba beradu keahlian memainkan papan surfing.
Paling tidak memakan waktu sekitar 10 menit, dengan mengikuti gelombang yang mengarah ke sisi kiri perbukitan Pantai Tanjung An tersebut. Dari kejauhan batu besar menjulang tinggi terlihat dengan jelas.
Hingga akhirnya perahu berlabuh di atas pasir putih, wisatawan pun langsung disapa dengan keindahan batu yang berukuran besar itu yang dipahat oleh alam secara terus menerus. Secara sekilas, bagian atas batu itu seperti wajah dengan adanya hidung, mata dan mulut.
Wisatawan bisa mengambil spot mana saja untuk berswafoto dan dijamin akan "jadi" fotonya. Di sisi kanan Batu Payung terlihat gelombang ombak dari Samudera Hindia seolah-olah ingin menyapa semua orang yang berwisata ke daerah tersebut.