Mengenal Desa Negeri Katon, Pembuat Tapis Sejak Tahun 1980

Antara, Jurnalis
Minggu 20 Maret 2022 04:30 WIB
Perajin tapis di Lampung (dok ANTARA)
Share :

PROVINSI Lampung sebagai salah satu daerah yang kaya akan budaya dan produk lokal. Memiliki salah satu wastra tradisional yakni Tapis, telah cukup terkenal dan mampu diinovasikan menjadi beragam produk turunan.

Tak perlu memakan waktu yang cukup lama dengan perjalanan sekitar 45 kilometer dari pusat ibu kota Lampung, yaitu Kota Bandarlampung ada suatu desa yang nyaris mayoritas warganya mahir merangkai benang emas menjadi wastra tradisional Lampung.

Negeri Katon mungkin tak lagi asing di setiap telinga masyarakat Lampung sebagai desa penghasil Tapis. Dan masih tetap kokoh berdiri menghadapi terjangan perubahan zaman dengan tetap mempertahankan adat istiadat, terutama penggunaan bahasa daerah dan tetap mempertahankan kebiasaan membuat Tapis bagi setiap wanita di desanya.

Sejak tahun 1980 wanita Desa Negeri Katon memang telah menjadikan pembuatan Tapis sebagai salah satu kegiatan rutin dan biasa terjadi di setiap rumah, namun belum menjadikannya sebagai mata pencaharian.

Hingga berkembangnya zaman membuat para wanita desa mulai memilih beralih melaksanakan ragam kegiatan lain yang lebih menopang asap dapur terus mengepul.

BACA JUGA:Taman Selo Kendel Jadi Destinasi Wisata Baru, Yuk Nikmati Keindahannya

Ketakutan akan hilangnya rutinitas yang telah dilakukan turun menurun dan hilangnya kemahiran wanita desa setempat membuat Tapis Lampung, membuat Redawati, salah seorang wanita asal Negeri Katon mencoba kembali menghidupkan kegiatan membuat Tapis bagi wanita desa pada 2014 silam.

Dengan impiannya untuk mengembangkan tempat kelahirannya sebagai desa pusat budaya, membuatnya mencoba mengkoordinir wanita di desanya untuk kembali membuat kain Tapis bersama-sama hingga menelurkan merek dagang “Tapis Jejama” atau yang dapat diartikan sebagai Tapis Bersama.

Sejak tahun 1980 sudah banyak ibu-ibu desa yang membuat Tapis, tapi hanya menjadi sambilan.

"Melihat ini semakin kurang diminati, maka pada 2014 silam, saya mencoba untuk mengajak melestarikan kembali Tapis. Salah satunya dengan menjadikan kegiatan membuat Tapis sebagai mata pencaharian wanita di desa,” ujar koordinator perajin Tapis Jejama Negeri Katon Redawati.

Wanita yang masih kental berbicara dengan logat bahasa Lampung itu, dengan bersemangat mengisahkan bahwa dengan berkumpulnya para wanita desa untuk membuat Tapis secara bergotong royong telah membuahkan hasil yakni dengan adanya pembangunan gedung galeri khusus produk Tapis di desanya.

Pada tahun 2019 dari Kabupaten Pesawaran dibangun galeri Tapis di desa kami. "Di sini kami membuat Tapis bersama, memajang produk, berlatih tari Lampung, bahkan sampai mengadakan pelatihan bagi tamu yang datang. Ini jadi salah satu wujud mimpi kami di Desa Negeri Katon dari beribu mimpi yang kami miliki,” katanya.

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita Women lainnya