VARIAN baru Covid-19 bernama Deltacron memicu khawatir masyarakat. Awalnya, pada 7 Januari, para ilmuwan di Siprus melaporkan bahwa mereka telah menemukan varian baru SARS-CoV-2. Varian, bernama Deltacron, dikatakan mutasi dari Delta dan Omicron.
Dr. Kostrikis melaporkan, varian Deltacron memiliki bentuk seperti Deltagenom dengan karakteristik Omicron. Tim menyatakan, Deltacron telah diidentifikasi pada 25 individu, beberapa dirawat di rumah sakit dan beberapa isoman.
Melihat hal tersebut, Dr. William Schaffner , seorang Profesor Penyakit Menular di Vanderbilt University Medical Center, Nashville, TN menjelaskan, penyelidikan epidemiologi lokal lebih lanjut di Siprus diperlukan untuk menyelesaikan masalah ini. "Dunia pasti sedang menonton,” katanya dilansir dari Medical News Today, Senin (14/3/2022).
Di sisi lain, Maria Van Kerkhove dari WHO menjelaskan, varian tersebut tidaklah diharapkan, terutama dengan sirkulasi Omicron dan Delta yang intens. Dia juga mengatakan, di tempat-tempat di mana Deltacron telah terdeteksi, jumlahnya masih sangat rendah.
"Kami belum melihat perubahan dalam tingkat keparahannya. Tetapi ada banyak penelitian yang sedang berlangsung," kata Maria Van Kerkhove dilansir dari Times of India, Senin (14/3/2022).