Hatra, yang terdaftar sebagai situs warisan dunia UNESCO, terbebas dari cengkeraman ISIS pada 2017. Akan tetapi, kerusakan yang mereka timbulkan masih tampak jelas di sana.
Usia dan gravitasi telah menyebabkan beberapa gerbang kota runtuh, bahkan sejak sebelum ISIS menguasai daerah tersebut.
Pemugaran situs kuno Hatra dikerjakan oleh Asosiasi Internasional Italia untuk Studi Mediterania dan Oriental (ISMEO) dan didanai oleh Aliansi Internasional untuk Perlindungan Warisan di Area Konflik (ALIPH).
“Situs ini dipenuhi banyak sampah dan sisa-sisa (tindak vandalisme), jadi kami membersihkan itu semua. Permukaannya harus dibersihkan dari segala jenis hal. Setelah kuilnya dibersihkan, baru kami mulai mengerjakan aspek arsitekturnya," ujar Profesor Massimo Vidale, arkeolog dari Universitas Padova yang terlibat dalam tim pemugaran.
"Kami mulai mengurus patung-patungnya. Menggabungkan patung-patung penting yang dirusak oleh para teroris. Pada saat yang sama, kami memperbaiki bangunan-bangunannya, karena kalau itu semua belum diperbaiki, Anda tidak bisa melakukan apapun di sana," lanjutnya.
Kini, seperti dua ribu tahu lalu, orang-orang dapat kembali berjalan melewati kota ini dan mengagumi tiang-tiangnya yang menjulang tinggi.
(Salman Mardira)