JURU Bicara Vaksinasi Covid-19 Kementerian Kesehatan (Kemenkes) dr Siti Nadia Tarmizi M.Epid mengatakan penanganan kasus covid-19 di Indonesia terus mengalami perbaikan. Angka kasus konfirmasi covid-19 berhasil ditekan hingga level 16.110 setelah sehari sebelumnya sebanyak 21.311.
Dokter Siti Nadia mengungkapkan bahwa perbaikan secara konsisten terus dijaga agar pandemi covid-19 segera dilewati. Adapun rencana beralihnya status pandemi ke endemi masih menunggu kondisi di Indonesia sendiri.
Baca juga: Waspada! WHO Umumkan Muncul Varian Baru Covid-19 Bernama Deltacron
"Angka konfirmasi kasus harian kini sudah menyentuh angka di bawah 20.000, tepatnya di 16.110," ungkap dr Siti Nadia Tarmizi, dikutip dari situs resmi Kemenkes, Sabtu (12/3/2022).
Hingga kini jumlah provinsi dengan tren penurunan kasus harian bertambah menjadi 27 provinsi dari sebelumnya 25 provinsi. Provinsi yang masih melaporkan tren kenaikan kasus harian tinggal 7 provinsi.
Baca juga: 6 Gejala Baru Omicron, Termasuk Bibir Pecah-Pecah dan Kulit Kering
Sementara itu, tren penurunan kasus rawat inap sudah tercatat di 29 provinsi, tinggal 5 provinsi yang masih melaporkan tren peningkatan kasus rawat inap pasien covid-19. Kemudian capaian vaksinasi terus digenjot agar segera merata vaksinasi dosis lengkap di seluruh daerah, begitu juga vaksinasi booster.
Hingga Jumat 11 Maret 2022, vaksinasi dosis pertama telah diberikan kepada 193.118.158 (92,73 persen) orang. Kemudian pemberian vaksinasi dosis kedua juga telah dilakukan kepada 150.481.249 (72,25 persen) orang.
Di sisi lain, Juru Bicara Pemerintah untuk Covid-19 dr Reisa Broto Asmoro mengingatkan masyarakat bahwa status pencabutan pandemi dan penetapan endemic, termasuk untuk di Indonesia, adalah wewenang Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).
"Status penetapan endemi merupakan otoritas dari WHO. Pandemi ini berdampak ke banyak negara, sehingga perubahan statusnya juga membutuhkan perbaikan kondisi kasus secara global juga," jelas dr Reisa saat siaran langsung Update Perkembangan Covid-19, Jumat 11 Maret 2022.
Baca juga: Vaksin Booster Baru 6,4%, Dokter Reisa Ingatkan Antibodi Tak Bisa Bertahan Selamanya
Baca juga: 3 Resep Fusion Food Kekinian, Lezat dan Menyehatkan!
Ia melanjutkan, perubahan status dari pandemi ke endemi tidak akan bisa lepas dari tiga faktor penting: jumlah kasus aktif harian, angka kematian yang rendah, serta tingkat keterisian di rumah sakit.
Dokter Reisa membeberkan, Indonesia sampai saat ini masih menempati peringkat ke-20 sebagai negara dengan angka kasus positif covid-19 terbanyak di dunia.
(Hantoro)