Kemudian, para peneliti menunjukkan bahwa ASTEX dapat memperbaiki jaringan jantung, jaringan paru-paru dan kerusakan otot pada tikus laboratorium. Ketika pandemi COVID-19 melanda pada tahun 2020, para peneliti beralih untuk mempelajari apakah ASTEX dapat digunakan sebagai pengobatan terhadap SARS-CoV-2.
Dengan demikian, penelitian tersebut dilakukan melalui kerja sama dengan peneliti di UCLA yang menguji ASTEX dengan menerapkannya pada sel epitel paru-paru manusia, sel melapisi saluran paru dan menjadi target infeksi SARS-CoV-2.
(Helmi Ade Saputra)