Akhirnya selama periode pemulihan, serabut saraf wajah menjadi salah arah, dan saraf saliva akhirnya menginervasi kelenjar lakrimal dan bukan kelenjar submandibular.
Hasil dari adanya kesalahan arah saraf wajah ini, rangsangan seperti bau atau rasa dari makanan bukan menyebabkan produksi air liur tapi malah merangsang kelenjar lakrimal untuk menghasilkan air mata.
Penanganan gejala sindrom air mata buaya ini bervariasi, untuk kasus yang lebih parah biasanya pengobatan dilakukan dengan suntikan toksin botulinum ke kelenjar lakrimal. Dalam kasus Zhang, sebagai solusi treatment disebutkan diperlukan intervensi bedah.
BACA JUGA:4 Kisah Haru Anak Sekolah Merawat Orang Tuanya Seorang Diri, Bikin Air Mata Menetes!
Setelah menjalani tindakan bedah, dikatakan kondisi Zhang sudah meningkat pesat. Tapi sayangnya, tak disebutkan jelas apakah kondisi ini bersifat kesembuhan permanen atau tidak.
(Dyah Ratna Meta Novia)