7 BAHAYA tidur setelah makan ini patut Anda waspadai. Bahayanya akan membuat Anda berpikir dua kali untuk langsung tidur usai makan.
Setelah Anda selesai makan, otak memberi sinyal ke organ-organ untuk mulai mencerna makanan. Sirkulasi darah menjadi lebih terkonsentrasi di sekitar sistem pencernaan. Pergeseran intensitas suplai darah juga mempengaruhi otak. Kekurangan darah ke otak ini dapat membuat Anda merasa mengantuk.
Tubuh Anda idealnya diperlukan untuk mencerna makanan yang Anda konsumsi untuk mendapatkan energi, dan itu bisa dilakukan jika Anda duduk dalam posisi tegak. Namun, saat Anda tidur siang setelah makan, Anda tidak mengizinkan tubuh Anda melakukan fungsi ini, sehingga menyebabkan beberapa hal berikut:
7. Kenaikan Berat Badan
(7 Bahaya Tidur Setelah Makan, Foto: Healthline)
Segera tidur setelah makan dapat menyebabkan penambahan berat badan. Ini karena tubuh Anda perlu membakar kalori yang Anda konsumsi dari makanan, tetapi Anda tidur, yang berarti tubuh Anda akan menyimpan kalori ini. Kelebihan kalori dalam tubuh menyebabkan penambahan berat badan. Singkatnya, tidur setelah makan membuat Anda gemuk.
BACA JUGA : Bahaya Tidur Setelah Sahur, Waspada Diare hingga Stroke
6. Refluks asam
Refluks asam adalah suatu kondisi ketika isi perut Anda didorong kembali ke kerongkongan Anda. Refluks asam menyebabkan sensasi terbakar di rongga dada Anda. Ini terjadi ketika Anda tidur segera setelah makan.
5. Masalah Pencernaan
(7 Bahaya Tidur Setelah Makan, Foto: Healthline)
Jika Anda tidur tepat setelah makan siang atau setelah makan malam, makanan Anda tidak dapat dicerna dengan baik. Makanan yang tidak tercerna dapat menyebabkan masalah pencernaan seperti gas, mulas, keasaman, perut kembung, dll.
BACA JUGA : 3 Bahaya Tidur Setelah Makan yang Mengancam Kesehatan Anda
4. Insomnia
Rasa kantuk yang dirasakan setelah makan biasanya terasa di siang atau sore hari. Apabila kita mengikuti kemauan tubuh dan tidur dalam jangka waktu tersebut, kita akan kesusahan merasa ngantuk di malam hari. Kebiasaan begadang ini akan meningkatkan risiko insomnia.