ORGANISASI Kesehatan Dunia (WHO) memang terus melakukan penelitian pada varian BA.3 yang disebut sebagai cucu dari Omciron. Tapi, WHO masih belum bisa menyimpulkan bagaimana varian BA.3 ini dibandingkan dengan varian Omicron.
WHO pun masih melihat data ini secara eksperimental, untuk melihat apakah subvarian Omicron ini dapat menyebabkan "penyakit yang lebih parah" dalam kondisi eksperimental ini.
Seperti diterbitkan Journal of Medical Virology, ketiga garis keturunan pertama kali terdeteksi pada waktu yang hampir bersamaan, dan dari tempat yang sama: BA.1 (Botswana), BA.2 (Afrika Selatan) dan BA.3 (Afrika Selatan Barat Laut).
"Oleh karena itu, virus yang berkembang secara bersamaan dan dari tempat yang sama, memiliki peluang yang sama untuk menyebar ke seluruh dunia," tulis studi tersebut seperti dilansir dari Livemint.
Tapi, meskipun ketiga garis keturunan telah menyebar ke seluruh dunia, tingkat penyebaran ketiga garis keturunan ini berbeda. Pasalnya, dominasi kasus varian Omicron atau BA.1 lebih tinggi dibandingkan lainnya.
“Dari ketiga garis keturunan ini, patut dipertanyakan mengapa hanya BA.1 yang mendominasi jauh lebih banyak daripada garis keturunan lainnya. Hal ini kemungkinan disebabkan oleh perbedaan mutasi pada protein lonjakan yang diperlukan untuk transmisi virus dan masuknya sel inang,” tambah studi tersebut.