Sementara, menurut laporan baru oleh KREM 2 News, Perpustakaan Kedokteran Nasional AS telah menemukan dua gejala tambahan dari subvarian Omicron BA.2, yaitu pusing dan kelelahan. Selain itu, laporan tersebut lebih lanjut mengungkapkan bahwa subvarian BA.2 baru menyebar 30% lebih mudah daripada varian omicron asli.
Perlu diketahui, ternyata varian ini sudah masuk di Indonesia sejak Januari, hal tersebut disampaikan oleh dokter spesialis paru. Dokter Spesialis Paru RS Persahabatan dan Pokja Infeksi Pengurus Pusat Perhimpunan Dokter Paru Indonesia (PDPI), dr Erlina Burhan, SpP(K) mengungkapkan, varian Omicron Siluman (BA.2) sudah ada di Rumah Sakit Persahabatan.
Dia melanjutkan, varian ini pun sudah terdeteksi sejak Januari di Rumah Sakit Persahabatan. Tapi dari pasien, gejalanya mirip dengan BA.1 atau varian omicron awal.
(Martin Bagya Kertiyasa)