4 Wisata Jelajahi Gua yang Layak Dicoba, Yuk Uji Adrenalinmu!

Antara, Jurnalis
Sabtu 05 Maret 2022 19:09 WIB
Gua Sunyaragi di Cirebon (dok ANTARA)
Share :

Wisata susur gua yang ketiga ialah Gunyaragi. Taman Air Gua Sunyaragi merupakan salah satu destinasi wisata unggulan di Kota Cirebon, Jawa Barat.

Gua ini merupakan salah satu peninggalan dari sejarah panjang kesultanan di Cirebon. Hal itu sesuai dengan namanya, yakni berasal dari kata Sunya yang bermakna sunyi, sedangkan Ragi bermakna jiwa.

Kendati begitu, objek wisata ini tetap boleh dikunjungi oleh umum.

Berdasarkan data Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Jawa Barat luas Taman Air Gua Sunyaragi sekitar 15.000 meter persegi.

Pemandangan di Taman Gua Sunyaragi memanjakan wisatawan dan bentuknya yang mirip dengan candi, kian memanjakan wisatawan.

Di dalam kompleks Gua Sunyaragi, terdapat beberapa gua seperti Gua Peteng, Gua Simanyang, Gua Padang Ati, Gua Pawon, Gua Argajumut yang masing-masing dari gua tersebut memiliki makna tersendiri.

Satu persatu gua itu dihubungkan oleh rongga yang besar.

Bangunan Taman Air Gua Sunyaragi didominasi dengan motif wedasan dan mega mendung. Bentuknya menyerupai batu karang, unik dan dua motif ini sering kita lihat dalam batik khas Cirebon.

Letak Gua Sunyaragi berada di Kelurahan Sunyaragi, Kecamatan Kesambi, atau dapat ditempuh sekitar 15 menit dari pusat Kota Cirebon.

Untuk bisa masuk ke area wisata, wisatawan cukup merogoh kocek Rp10 ribu.

Wisata susur gua yang terakhir ialah Sanghyang Kenit di Kabupaten Bandung Barat. Dengan dibendungnya aliran Sungai Citarum Purba ke PLTA Rajamandala, membuat air yang melewati Sanghyang Kenit mendangkal.

Arus sungai yang deras mulai menjinak, menyisakan air sungai yang mengalir tenang di antara bebatuan purba.

Secara administratif Sanghyang Kenit ini terletak di Cisameng, Rajamandala Kulon, Cipatat, Kabupaten Bandung Barat (KBB). Namun, lokasinya dekat dengan PLTA Rajamandala.

Rasa gerah setelah melewati jalanan di area pertambangan Cipatat, tempat hilir mudik truk bermuatan batu berukuran besar, luruh seketika melihat alam yang asri dan air yang jernih.

Pengunjung yang bermaksud wisata gua di sini akan dipandu oleh pemandu lokal dengan tarif Rp150 ribu per 10 orang.

Penelusuran gua eksotis ini cukup menantang karena akan melewati celah gua yang sempit dan licin.

Belum lagi dengan rute melewati genangan air Citarum Purba setinggi perut, yang masih dihuni oleh berbagai jenis ikan seperti baung dan gabus.

Jangan lupa untuk menyiapkan stamina dan lampu senter meskipun pemandu akan memberikan fasilitas helm dan pelampung.

Perjalanan menelusuri gua akan memakan waktu sekitar 45 menit. Jika air sedang tinggi, wisatawan bisa melakukan tubing dari Sanghyang Tikoro yang menjadi pintu keluar gua menuju titik awal Sanghyang Kenit.*

(Kurniawati Hasjanah)

Halaman:
Lihat Semua
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Telusuri berita Women lainnya