Keluarga Kojima di Provinsi Bingo-Fukuyama membeli mumi tersebut sebelum diteruskan ke pemilik lain setelah pergantian Era Meiji (1868-1912).
Soal bagaimana akhirnya kuil Enjuin memperoleh mumi juga masih menjadi misteri. Mumi itu awalnya dipajang dalam kotak kaca untuk dilihat publik sekitar 40 tahun yang lalu. Tapi sekarang disimpan di brankas tahan api untuk mencegah kerusakan, kata Kuida.
Hiroshi Kinoshita (54) anggota dewan Masyarakat Cerita Rakyat Okayama, membuat proyek ini setelah menemukan foto mumi tersebut saat membaca materi yang ditinggalkan oleh Kiyoaki Sato (1905-1998), seorang sejarawan alam dari Satosho di prefektur. Sato diyakini telah menulis ensiklopedia pertama Jepang tentang hantu yokai , hobgoblin, dan makhluk gaib lainnya dari cerita rakyat Jepang.
Takafumi Kato (54)bseorang profesor di universitas yang berspesialisasi dalam paleontologi, bertanggung jawab atas analisis morfologi tubuh bagian atas spesimen (mumi putri duyung) kuil Enjuin. Ini akan menjadi penelitian pertamanya tentang makhluk mitos. Ia bermaksud meneliti pengobatan antiseptik pada mumi yang diawetkan dengan baik.
Seorang profesor lagi mengkhususkan diri dalam ichthyology berfokus pada tubuh bagian bawah. Sementara profesor lain dengan keahlian dalam biologi molekuler melakukan analisis DNA. Sedangkan Kinoshita menganalisis relik dari sudut pandang studi cerita rakyat.
(Kurniawati Hasjanah)