WHO menjelaskan, pada orang muda yang kesehatan mentalnya sudah tidak stabil, cenderung untuk berpikir tentang bunuh diri dan melukai diri sendiri. Sedangkan, wanita terkena lebih parah daripada pria, dan orang-orang dengan kondisi kesehatan fisik seperti asma, kanker, atau penyakit jantung, lebih berpotensi mengembangkan gejala gangguan mental saat terinfeksi Covid-19.
"Kurangnya investasi dalam layanan kesehatan mental. Negara-negara harus bertindak segera untuk memastikan bahwa dukungan kesehatan mental tersedia untuk semua," ucap Devora Kestel, direktur Departemen Kesehatan Mental dan Penggunaan Zat di WHO.
"Atlas Kesehatan Mental" terbaru WHO menunjukkan bahwa pada tahun 2020, pemerintah di seluruh dunia menghabiskan rata-rata lebih dari 2 persen anggaran kesehatan mereka untuk kesehatan mental, dan banyak negara berpenghasilan rendah melaporkan memiliki kurang dari satu pekerja kesehatan mental per 100.000 orang.
(Martin Bagya Kertiyasa)