Misteri Belati "Canggih" Raja Tutankhamun Akhirnya Terpecahkan, Benarkah dari Luar Angkasa?

Salwa Izzati Khairana, Jurnalis
Kamis 03 Maret 2022 00:04 WIB
Ilmuwan ungkap misteri belati canggih milik Tutankhamun (Foto: Live Science)
Share :

SEBUAH belati yang dikubur bersama Raja Tutankhamun yang sangat canggih secara teknologi telah membingungkan para ilmuwan selama bertahun-tahun sejak ditemukan pada tahun 1925, kini para ahli percaya kemungkinan itu berasal dari luar angkasa.

Melansir The Mirror, remaja yang diangkat menjadi raja itu dimakamkan dengan sepasang bilah, salah satunya membingungkan para ilmuwan sejak penemuannya oleh arkeolog Inggris, Howard Carter pada 1925 silam.

Belati tidak berkarat dan terbuat dari besi adalah penemuan aneh dan tidak dapat dijelaskan, karena orang Mesir diperkirakan mulai bekerja dengan logam itu sekitar 500 tahun setelah kematian Raja Tut.

Namun, para ilmuwan percaya bahwa mereka telah memecahkan misteri setelah sebuah penelitian mengungkapkan bahwa bahan dalam belati itu mungkin berasal dari meteorit. Para peneliti di Institut Teknologi Chiba menerbitkan temuan mereka dalam jurnal Meteoritics and Planetary Science.

Daniela Comelli, penulis utama studi tersebut, menulis: "Besi meteorit jelas ditunjukkan dengan adanya persentase nikel yang tinggi. Makalah ini menunjukkan tingkat kobalt yang tinggi juga sangat memerlihatkan asal usul luar bumi,".

Mereka juga melakukan penelitian terhadap meteorit yang diketahui menabrak bumi sekitar waktu itu dan menemukan meteorit yang mendarat 150 mil dari Alexandria mengandung kadar nikel dan kobalt yang serupa.

"Mereka sadar bahwa bongkahan besi langka ini jatuh dari langit pada abad ke-13 SM, mengantisipasi budaya Barat lebih dari dua milenium," tulis dalam laporan tersebut.

Para ilmuwan menjelaskan, melakukan analisis sinar-X dari pegangan emas, yang mengungkapkan belati dibuat menggunakan bahan perekat yang dikenal sebagai plester kapur. Namun, bahan ini juga tidak digunakan oleh pengrajin Mesir hingga waktu lama.

Analisis juga mengungkapkan bahwa pegangan belati dibuat menggunakan teknik suhu rendah asing, yang mungkin berasal dari Mitanni, Anatolia. Catatan menunjukkan, kakek Tutankhamun, Amenhotep III menerima hadiah dari Raja Mitanni.

Meski begitu, para ahli juga percaya bahwa ada kemungkinan Firaun mewarisi keris dari ayahnya setelah diturunkan dari generasi ke generasi. Belati yang menunjukkan penguasaan besi yang signifikan pada zaman Tutankhamun ini dipajang di Museum Mesir di Kairo.

(Rizka Diputra)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita Women lainnya