Berkecepatan 32 knots hingga 42 knots, Royal Alpha One dapat dibangun untuk pelayaran listrik penuh dan ditenagai oleh hidrogen.
Otonomi listrik penuh memungkinkan untuk jangkauan 120 mil, sementara tenaga diesel akan memungkinkan 680 mil.
Lazzarini mengatakan, lambung kapal sudah tersedia dan konstruksi akan memakan waktu sekitar 16 bulan.
"Lambung sudah dicetak dan tersedia, dilengkapi dengan mesin kembar Volvo IPS yang siap berlayar setelah konstruksi struktur atas karbon," ucap juru bicara, Cinzia Ruggeri.
(Rizka Diputra)