PURWOKERTO - PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 5 Purwokerto akan menjalankan Kereta Api Joglosemarkerto relasi Cilacap - Yogyakarta PP pada 25 Februari 2022. Pada tahap awal, Kereta Api ini akan dioperasikan mulai tanggal 25 sampai dengan 28 Februari 2022.
“Dijalankannya KA Joglosemarkerto ini kami tujukan untuk meningkatkan pelayanan kepada pelanggan sekaligus perluasan layanan sehingga semakin banyak alternatif pilihan bepergian menggunakan kereta api,” kata VP Daop 5 Purwokerto Daniel Johannes Hutabarat, dalam keterangannya Kamis (24/2).
KAI juga memberikan pilihan perjalanan KA pada pagi hari bagi warga masyarakat di Kabupaten Cilacap dan sekitarnya.
Selama ini, apabila akan menggunakan jasa layanan transportasi KA menuju Kota Yogyakarta, penumpang dari Cilacap hanya dapat dilayani oleh KA Wijayakusuma relasi Cilacap-Ketapang keberangkatan pada pukul 15.10 WIB.
Terdapat dua KA Joglosemarkerto relasi Cilacap -Yogyakarta. KA Joglosemarkerto 224F berangkat pukul 06.00 WIB dari Stasiun Cilacap, sedangkan KA Joglosemarkerto 223B berangkat dari Stasiun Yogyakarta pukul 11.20 WIB.
KA Joglosemarkerto ini terdiri dari dua kelas layanan yaitu kelas eksekutif dan ekonomi premium. Tiket tersebut sudah dapat dibeli melalui KAI Access dan channel eksternal yang ditentukan / ditetapkan.
"Adapun untuk menarik minat masyarakat menggunakan KA Joglosemarkerto, maka akan diberlakukan pula tarif promo. Untuk kelas eksekutif hanya dibanderol dengan harga mulai 60rb dan kelas ekonomi 40rb ,” jelas Daniel.
KA Joglosemarkerto ini termasuk KA Aglomerasi, sehingga tidak memberlakukan syarat antigen.
“Hadirnya KA Joglosemarkerto juga diharapkan dapat mengakomodir kebutuhan masyarakat di wilayah Daop 5 yang akan bepergian menuju Bandara YIA dengan menggunakan KA Bandara,” ujar Daniel.
Ia menambahkan bahwa pada masa pandemi Covid-19, KAI tetap berkomitmen untuk menerapkan protokol kesehatan sesuai yang telah ditetapkan pemerintah. Tujuannya agar setiap pelanggan tetap merasa aman dan nyaman saat berada di stasiun maupun selama dalam perjalanan menggunakan kereta api.
(Kurniawati Hasjanah)