Pada tahun 1921, Fawcett memulai ekspedisi pertamanya untuk menemukan Kota Z yang Hilang, tetapi timnya sering terhalang oleh kesulitan hutan, hewan berbahaya, dan penyakit yang merajalela. Pencarian puncaknya terjadi pada tahun 1925. Percy Fawcett yang berusia 58 tahun pergi ke hutan Brasil untuk menemukan kota hilang misterius yang disebutnya "Z". Namun, dia dan timnya justru menghilang tanpa jejak hinga cerita itu menjadi berita terbesar pada zamannya. Meskipun ada misi penyelamatan yang tak terhitung jumlahnya, tetapi Fawcett tidak pernah ditemukan.
Walaupun kota Z yang hilang tidak pernah ditemukan, tetapi banyak kota kuno dan sisa-sisa situs religius telah ditemukan dalam beberapa tahun terakhir di hutan Guatemala, Brasil, Bolivia, dan Honduras. Dengan munculnya teknologi pemindaian baru, ada kemungkinan bahwa kota kuno yang terkait dengan legenda Z dapat ditemukan suatu hari nanti.
5. Kota Gurun yang Hilang di Dubai
Salah satu kota hilang yang paling terkenal di Arab adalah kota abad pertengahan Julfar. Julfar diyakini sebagai rumah bagi pelaut Arab legendaris Ahmad ibn Majid, bahkan diduga sebagai tempat tinggal Sindbad si Pelaut fiksi. Julfar berkembang pesat selama seribu tahun, sebelum akhirnya jatuh ke dalam kehancuran dan menghilang dari ingatan manusia selama hampir dua abad.
Tidak seperti kota-kota gurun lainnya, Julfar adalah pelabuhan yang berkembang pesat, bahkan menjadi pusat perdagangan Arab Teluk selatan pada Abad Pertengahan. Julfar diketahui berada di suatu tempat di pantai Teluk Persia di utara Dubai, tetapi situs sebenarnya hanya ditemukan oleh para arkeolog pada 1960-an. Tanda-tanda awal pemukiman yang ditemukan di situs tersebut berasal dari abad ke-6, saat penduduknya sudah berdagang sejauh India dan Timur Jauh secara rutin.
Abad ke-10 hingga ke-14 adalah zaman keemasan bagi Julfar serta perdagangan dan pelayaran jarak jauh Arab. Sebagai basis utama untuk pelayaran dan perdagangan, Julfar adalah kota terbesar dan terpenting di Teluk selatan selama lebih dari seribu tahun. Para saudagar Arab secara rutin melakukan perjalanan laut raksasa selama 18 bulan untuk berdagang ke Cina.
Pusat komersial yang begitu berharga ini terus-menerus menarik perhatian para penjelajah di luar Arab. Hingga akhirnya Portugis mengambil alih kekuasaan ini pada abad ke-16, saat Julfar adalah kota besar berpenduduk sekitar 70.000 orang. Seabad kemudian, Persia merebutnya, tetapi pada 1750 mereka menyerah pada suku Qawasim dari Sharjah yang menempatkan diri mereka di sebelah di Ras al-Khaimah.
Tak lama, mereka meninggalkan Julfar sehingga lama-kelamaan kota itu terlupakan dan hanya menjadi reruntuhan di antara bukit-bukit pasir. Saat ini sebagian besar area Kota Julfar kemungkinan besar masih tersembunyi di bawah bukit-bukit pasir yang luas di utara Ras al-Khaimah, meski demikian kisah kota Julfar ini masih menjadi misteri.
(Salman Mardira)