Lebih lanjut, dr. Siska mengatakan, wanita memiliki keunikan dengan perubahan hormonal di sepanjang hidupnya. Itu salah satu menjadi faktor risiko tersendiri untuk terjadinya hipertensi pada wanita.
"Namun seiring pertambahan usia, perempuan akhirnya membalap laki-laki dan secara keseluruhan menjadi lebih tinggi angkanya," lanjutnya.
Hipertensi juga bisa terjadi pada anak dan remaja atau disebut hipertensi sekunder. Kondisi ini disebabkan karena gangguan organ atau kerusakan pada organ lain yang mengakibatkan peningkatan tekanan darah.
Seiring dengan peningkatan usia, maka risiko terjadinya komplikasi akibat naiknya tekanan darah pun meningkat.
“Saat memasuki fase menopause adalah fase krusial untuk perempuan di mana terjadinya perubahan hormonal yang cukup drastis, dan umumnya meningkatkan tekanan darah," jelas dr. Siska