CHILI mulai menghentikan pemakaian gelas, sedotan, wadah makanan, garpu, sendok dan pisau plastik di restoran, dan tempat makan lainnya saat undang-undang baru yang mengatur plastik sekali pakai mulai berlaku pada Minggu.
Undang-undang yang jadi bagian untuk meningkatkan daur ulang berisi larangan penggunaan produk plastik sekali pakai di tempat makan dan layanan pengiriman.
"Peraturan ini membuat kami bisa mengurangi lebih dari 23.000 ton plastik per tahun, plastik sekali pakai, dan ini akan sangat bermanfaat bagi lingkungan," kata Wakil Menteri Lingkungan Marcelo Fernandez dikutip dari Reuters pada Sabtu.
Chili, dengan bentuk wilayah negara menyerupai cabai, juga sedang berusaha mencari cara meningkatkan daur ulang.