SETIAP perempuan memang mengalami pendarahan dalam periode tertentu. Pendarahan yang terjadi setiap bulannya memang sebuah siklus bulanan yang disebut menstruasi.
Kondisi ini terjadi karena sel telur yang seharunya dibuahi kemudian menempel pada dinding rahim yang telah menebal. Namun, karena tidak ada pembuahan, maka dinding rahim yang telah menebal akhirnya meluruh dan menimbulkan darah menstruasi.
Tapi, ketika belum waktunya mengalami menstruasi tapi mengalami pendarahan, Anda wajib waspada. Pasalnya, perdarahan ini berbeda dengan haid yang memiliki pola waktu teratur setiap bulannya dan berulang.
Sekira 70 persen perdarahan terus menerus di dalam atau di luar periode haid menjadi gejala terbanyak kanker serviks, yang menyebabkan para wanita datang berobat ke rumah sakit.
"Gejalanya terbanyak adalah pendarahan, ini yang menyebabkan perempuan datang berobat ke rumah sakit," ujar dokter spesialis kebidanan & kandungan konsultan onkologi ginekologi dari Universitas Indonesia, Dr. dr. Bambang Dwipoyono, BD.Sp.OG, MS, MARS, seperti dilansir dari Antara.
"Jika perdarahannya itu di luar haid, apakah karena sentuh akibat hubungan seksual atau sendiri, kita mesti lihat. Tidak semata-mata melihat bagaimana haid atau perdarahan tadi," tambah Bambang.
Oleh karena itu, para wanita disarankan memperhatikan pola menstruasinya atau dengan mencatat waktunya sehingga bila ada perubahan dalam pola, dia bisa segera berkonsultasi ke dokter atau tenaga kesehatan untuk mendapatkan pemeriksaan.
"Jadi sangat dianjurkan perempuan yang sudah haid memiliki catatan, kalau ada perubahan dalam pola haidnya, dia bisa ke dokter atau tenaga kesehatan untuk diperiksa apakah pendarahan yang disebabkan hal lain," tutur Bambang.
Selain perdarahan, gejala yang umum muncul akibat kanker serviks yakni adanya cairan di vagina yakni keputihan yang banyak, berwarna kemerahan arena tercampur darah dan berbau tidak sedap.