Menkes Sebut 3 Pasien Omicron yang Meninggal Belum Divaksin

Pradita Ananda, Jurnalis
Senin 07 Februari 2022 12:15 WIB
Ilustrasi Vaksin Covid-19. (Foto: Shutterstock)
Share :

MESKIPUN varian Omicron disebut sebagai varian yang paling ringan ketika terpapar, bukan berarti Omicron tidak berbahaya dan bisa dianggap remeh.

Pasalnya, ada tiga pasien Omicron di Indonesia yang meninggal dunia. Diketahui tiga dari pasien yang belum divaksinasi dan dirawat secara intensif tersebut saat ini sudah meninggal dunia.

Kementerian Kesehatan RI baru saja merilis hasil data sampel dari rumah sakit rujukan Covid-19, RSPI Sulianti Saroso yang dilakukan pada para pasien Covid-19.

Hasil penelitian dari data sampel rumah sakit rujukan RSPI Sulianti Saroso terhadap pasien Covid-19 yang dirawat di ICU tersebut, menunjukkan vaksinasi jadi faktor penting untuk mengurangi risiko fatal infeksi Covid-19.

Dari 12 sampel pasien Covid-19 yang dirawat dalam kondisi berat dan kritis, 6 pasien terdeteksi belum divaksinasi.

Hasil sampel ini, dikatakan dr. Siti Nadia Tarmizi, M.Epid., Juru Bicara Covid-19 Kemenkes, jadi bukti kalau vaksinasi Covid-19 memang mengurangi kematian, resiko paling fatal akibat Covid-19.

“Data ini kembali menunjukkan pentingnya vaksinasi untuk mengurangi risiko terburuk dari terpapar Covid-19, yaitu kematian. Kelompok lansia, anak-anak, orang yang memiliki komorbiditas, dan yang belum divaksinasi," katanya seperti dikutip siaran media resmi Kemenkes, Senin (7/2/2022).

"Keempat kelompok inilah yang perlu diperhatikan dan kerap menjadi korban paling dirugikan di masa Covid-19 ini,” terang dr. Siti Nadia.

Data lain menunjukkan bahwa komorbiditas sangat berpengaruh pada tingkat keparahan akibat infeksi Covid-19. Dari gambaran diagnosa pasien yang dipantau, semua pasien meninggal punya penyakit penyerta (komorbid). Kombinasi dari komorbid ditambah infeksi virus Covid-19 inilah yang sangat membahayakan keselamatan jiwa.

Disebutkan lebih lanjut, bukan hanya pasien yang meninggal dunia, tapi seluruh pasien yang dirawat intensif di ICU juga mengidap minimal satu penyakit penyerta. Bahkan ada pasien dengan komorbid terbanyak hingga enam penyakit.

Dokter Nadia menegaskan, vaksinasi lengkap yakni vaksinasi primer dua dosis dan booster sangat penting untuk mempersiapkan diri dari kesakitan dan mengurangi risiko kesakitan berat dirawat inap di rumah sakit, hingga kematian akibat infeksi Covid-19 terutama pada orang-orang kelompok rentan seperti lansia dan orang dengan penyakit penyerta.

“Utamanya bagi kelompok masyarakat lanjut usia dan orang yang memiliki penyakit bawaan (komorbid), segera lakukan vaksinasi. Apabila sudah waktunya booster, segera vaksinasi booster. Untuk yang memiliki komorbid, bisa berkonsultasi kepada dokter terlebih dahulu untuk mendapatkan vaksinasi Covid-19, karena risiko kelompok rentan ini sangat besar,” tegas dr. Nadia.

(Martin Bagya Kertiyasa)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Women lainnya