AJANG MotoGP Mandalika 2022 sudah di depan mata. Kompetisi balap motor dunia itu menurut rencana akan berlangsung pada 20 Maret 2022 mendatang. Berbagai persiapan pun dilakukan guna membuat ajang bergengsi itu agar berjalan lancar dan sukses.
Tak hanya penataan sirkuit, sejumlah desa wisata pun juga siap menyambut wisatawan yang akan menonton ajang balap tersebut.
Seperti salah satunya Desa Sade, mereka siap untuk memperkenalkan budayanya kepada masyarakat Indonesia dan internasional.
Sade adalah salah satu dusun di desa Rembitan, Pujut, Lombok Tengah. Dusun ini dikenal sebagai dusun yang mempertahankan adat suku Sasak.
Suku Sasak Sade sudah terkenal di kalangan wisatawan yang datang ke Lombok. Kira-kira, ada apa saja sih yang membuat Desa Sade menjadi sebuah desa dengan ciri khasnya tersendiri? Dikutip dari akun Instagram resmi Kemenaprekraf, berikut adalah ketiga ciri khasnya.
Rumah Bale
Ciri khas Rumah Bale di desa Sade adalah beratapkan jerami, berdinding bambu, dan beralaskan tanah. Terdapat sekitar 150 rumah berjajar seragam sebagai tempat tinggal seluruh warga.
Budaya yang paling unik di Desa Sade adalah warganya mengepel rumah dengan kotoran kerbau. Selain menjaga tradisi, kotoran kerbau berfungsi untuk menjadi pengganti plester semen dan menjaga rumah jauh dari nyamuk. Makanya, enggak heran kalau Rumah bale tetap kokoh hingga 15 generasi.
Kain Tenun Lombok
Kepiawaian para penenun Desa Sade sudah tidak diragukan lagi untuk menghasilkan kualitas tenun terbaik. Selain bisa dibeli sebagai oleh-oleh, Anda juga bisa melihat proses menenun kain tersebut.
Cantiknya, kain tenun Sasak terus dilestarikan oleh para gadis desa sebagai salah satu keahlian yang dijadikan syarat sebelum menikah. Di mana para gadis yang akan dipinang diwajibkan memberikan tenunan terbaiknya kepada pihak pria.
Kopi Sasak
Dalam Suku Sasak, tradisi pun turut dilestarikan melalui budaya minum kopi. Di Desa Sade, pengolahan biji kopi disangrai dengan wajah tanah liat hingga gosong sampai tercium aroma khas.
Kemudian, sebelum digiling menjadi serbuk, ditambahkan sedikit beras dan kelapa yang diiris tipis. Kopi khas Suku Sasak Lombok pun siap dihidangkan dengan cita rasa orisinal.
(Rizka Diputra)