ANGKA positif harian Covid-19 tercatat telah mencapai 32 ribu lebih, dengan mayoritas dari kasus positif tersebut disebabkan oleh varian Omiron. Meski demikian, jumlah pasien positif yang mengalami kesakitan parah hingga sampai harus dirawat di rumah sakit masih tergolong sedikit.
dr. Siti Nadia Tarmizi M.Epid, Juru Bicara Vaksinasi Covid-19 Kemenkes RI mengatakan, hal ini dapat terlihat dari kondisi pasien yang dirawat di rumah sakit secara nasional masih sangat rendah.
"Dari data yang kita miliki, meski secara tren kenaikan kasus varian Omicron ini ada kemiripan dengan Delta, namun angka keterisian tempat tidur rumah sakit jauh lebih landai,” ujar dia seperti dikutip dari siaran media resmi Kementerian Kesehatan RI.
Kasus positif yang dirawat di rumah sakit, diungkapkan dr. Siti Nadia juga didominasi oleh pasien yang tak mengalami gejala atau asimtomatik dan juga pasien dengan gejala ringan. “Rata-rata pasien yang dirawat di rumah sakit saat ini juga tidak bergejala dan gejala ringan,” tambahnya.
Secara nasional, Kemenkes mengungkapkan tingkat keterisian tempat tidur di rumah sakit atau Bed Occupancy Ratio (BOR) di Indonesia masih berada pada ambang batas yang aman. Sampai Jumat 4 Februari kemarin, tercatat baru 20 persen atau 16.712 orang pasien yang dirawat dari 80.344 tempat tidur yang disediakan untuk penanganan pasien Covid-19.
Sesuai dengan imbauan Presiden Joko Widodo belum lama ini, dr. Nadia mengingatkan masyarakat yang terinfeksi positif Covid-19 tapi tak bergejala atau hanya gejala ringan. Tak perlu buru-buru ke ruah sakit dan cukup lakukan isolasi mandiri.
“Cukup isoman di rumah atau isolasi terpusat dan manfaatkan layanan telemedisin jika tersedia atau bisa lapor ke Puskesmas terdekat. Dengan demikian kita dapat mengurangi beban rumah sakit dan tenaga kesehatan, serta membantu menyelamatkan orang lain yang memiliki gejala sedang hingga kritis,” tutup dr. Nadia.
(Martin Bagya Kertiyasa)