BANYAK masyarakat awam yang sudah merasa aman dan percaya diri dengan hasil rapid test yang menunjukkan hasil negatif. Padahal jika dilihat dari gejala, sudah mengalami gejala-gejala Covid-19 khas varian Omicron yakni sakit tenggorokan dan demam.
Tapi ketika menjalani tes antigen, hasilnya negatif Covid-19. Hati-hati, karena situasi seperti ini bisa saja merupakan false alarm, karena Anda sebetulnya bisa saja positif terinfeksi Covid-19.
Lewat akun Twitter pribadinya, ahli penyakit menular University of Maryland, dr. Faheem Younus, MD menyebutkan ada satu dari tiga hal yang sebaiknya dilakukan untuk penegakkan diagnosa, jika mendapati diri ada dalam situasi sudah sakit pada tenggorokan dan demam tapi hasil tes Covid-19 tetap negatif.
Dalam cuitannya, dr. Faheem menyarankan hal pertama yang harus dilakukan adalah kembali jalani tes swab PCR dalam rentang waktu 24-48 jam dari tes Covid-19 yang terakhir.