Sebagai pakar kesehatan, dr. Dicky berharap idealnya bukan hanya status lengkap dua dosis vaksinasi yang dilihat menjadi tolak ukur.
“Intinya kembali ke status vaksinasi lah yang mengurangi risiko. Pastikan orang yang datang ini, status imunitasnya bagus. Dalam masa proteksi yang paling lama 6-7 bulan dari suntikan kedua. Jadi, jangan sampai cuma dilihat dua kali vaksin, kalau bisa pastikan sudah dapat booster, itu yang akan mengurangi, karena vaksin ini yang mengubah risiko,” jelasnya.
(Rizka Diputra)